Posted by: Edukasi Friday, December 29, 2017

Adanya kegiatan refleksi akhir tahun (RAT) diharapkan untuk menjadi bahan renungan bagi seluruh civitas akademika Universitas PGRI Madiun (UNIPMA). Melalui refleksi, diharapkan menjadi evaluasi untuk lebih baik lagi ke depan.
Namun yang terjadi, acara RAT kali ini berbeda bahkan jauh dari yang terlintas dipikiran oleh mahasiswa. Jika flashback dari acara RAT tahun sebelumnya UNIPMA menyelenggarakan kegiatan seminar nasional dan pentas seni pada malam harinya untuk menyambut pergantian tahun yang dilaksanakan di Graha Cendekia.
Menjelang pergantian tahun 2018, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNIPMA ini menggelar acara RAT dengan tema “Keluar dari Zona Nyaman  Melangkah Menuju Perubahan”. Acara tersebut bertujuan untuk mengoreksi apa saja yang sudah dilalui dan merencanakan strategi terbaik untuk menyambut tahun baru dengan semangat yang baru. Maka dari itu untuk mengisi kegiatan RAT tersebut BEM UNIPMA mengadakan sejumlah acara yaitu “Kuliah Umum” dan “Kajian Islami” yang akan diselenggarakan di Kampus 3 UNIPMA (30/12/2017). Tentu jelas berbeda jauh dengan konsep acara RAT tahun lalu.
Yang terlintas dipikiran mahasiswa adalah terletak dari konsep acaranya, kenapa harus “Kajian Islam” salah satu kegiatannya?, karena kita ketahui bahwa mahasiswa UNIPMA tidak hanya muslim saja, bagaimana dengan yang non muslim? Bahwasannya acara RAT harus dinikmati dan disambut bersama-sama. Tetapi masalah ini akhirnya ditegaskan oleh Presiden BEM bahwa untuk yang non muslim bisa ditempatkan di acara “Kuliah Umum”. Karena untuk saat ini BEM baru bisa mengadakan kajian untuk agama Islam, untuk kedepan harapannya dapat mengadakan kajian-kajian untuk mahasiswa yang non muslim, karena ini proses, harus bertahap.
Dalam kedua acara tersebut peserta hanya khusus undangan dan delegasi, juga 50 pendaftar pertama untuk kegiatan “Kajian Islami”. Seperti yang telah diketahui bahwa dana dari masing-masing orgamawa sudah dipangkas, jadi dari pihak BEM hanya memaksimalkan dana yang telah diporsikan kedalam kegiatan masing-masing, selepas itu juga dari BEM tidak ingin memungut dana dari mahasiswa ataupun menarik iuran dari orgamawa. Namun jika dilogika juga tidak akan mungkin menampung 5000 lebih sekian mahasiswa di Graha Cendekia jika ingin mengundang seluruh mahasiswa. Maka dari itu delegasi-delegasi yang dikirim diharapkan mampu menyampaikan elemen dan ilmu yang telah didapatkan selama kegiatan berlangsung kepada teman-teman yang lain.
Perlu digaris bawahi bahwa kegiatan refleksi akhir tahun tidak hanya bertujuan untuk bersenang-senang saja, melainkan dapat memberi pelajaran yang edukatif. Maka dari itulah, RAT UNIPMA kali ini dibuat berbeda dengan tahun lalu, yang jelas menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak. Apapun itu, BEM UNIPMA hanya membuat gerakan peubahan yang akan berguna untuk bersama dalam menyambut acara pergantian tahun, terkesan sederhana namun sangat dalam akan makna. (Rian Alfianto)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2015-2016 Pers Mahasiswa Edukasi - Modified by Tomas Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -