Posted by: Edukasi Sunday, December 24, 2017


Mahasiswa Progam Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia (PBSI) 5A Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) mengadakan pentas tunggal drama dengan judul “Sidang Para Setan” yang disutradai oleh Silo Lillo. Acara ini diadakan pada hari Rabu, 20 Desember 2017 pada pukul 19.00 bertempat di Gedung Serbaguna KORPRI Madiun. Pentas tunggal ini diperankan oleh 12 orang pemain. Pentas tunggal ini dihadiri oleh banyak kalangan, mulai dari dosen, mahasiswa, sampai warga Kota Madiun.

Pentas tunggal yang mengambil judul dari naskah puisi karya Joko Umbaran ini diawali dengan masuknya pimpinan sidang beserta anggotanya dan disusul oleh para pemain lainnya. Pimpinan sidang (Nanda) memulai cerita dengan menyebutkan semua masalah yang ada di kehidupan manusia yang mengganggu kehidupan setan, sebelum sempat menyelesaikan bicaranya dia di interupsi oleh setan sor ringin (Nuzul) yang kurang setuju dengan pernyataan pimpinan sidang. Persidangan semakin tidak terkendali karena selalu terpotong oleh interupsi yang dilontarkan oleh peserta persidangan; mulai dari mbah mocer (Rizky), asisten (Yeni), setan asem krowok (Apria), setan alas (Novian), trio setan (Dwi, Dika, Amilusi), seniman (Hafidh), petugas intel (Sendi). Puncak dari drama ini yaitu ketika pimpinan sidang berubah menjadi mendukung manusia setelah mendapat pencerahan dari seseorang berbaju putih (Mardiyatul), seluruh anggota sidang tidak setuju akan sikap pimpinan sidang. Cerita ini diakhiri dengan seluruh anggota sidang menurunkan pimpinan sidang dari jabatannya.

Nanda Angger selaku pimpinan produksi mengatakan bahwa alasan memilih judul “Sidang Para Setan” karena dirasa  relevan dengan keadaan politik yang ada di Indonesia saat ini, banyak pejabat yang bersandiwara ketika sedang disidang dan  pejabat yang mulai bingung dengan kebijakan - kebijakannya sendiri. Selain itu Nanda juga mengatakan bahwa tujuan diadakan pentas tunggal ini untuk menyelesaikan tugas praktek drama mata kuliah apresiasi drama dan puisi di semester 5. Adapun amanat yang terkandung di dalam pentas drama tersebut adalah agar masyarakat tidak semuanya bergantung kepada kebijakan - kebijakan dari pejabat. Terakhir pesan Nanda untuk pentas tunggal yang akan diadakan adik tingkatnya yaitu memilih sutradara itu yang mengarahkan dan mendidik supaya ke depannya lebih baik dan bisa menjadi seorang profesional di dunia pendidikan yang bisa mengajarkan untuk calon peserta didiknya. (Demas Wilman D)


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2015-2016 Pers Mahasiswa Edukasi - Modified by Tomas Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -