Posted by: Edukasi Tuesday, December 19, 2017

Semakin berkembangnya teknologi di zaman sekarang ini kita menjadi melupakan berbagai kesenian yang ada di sekitar kita padahal kesenian di Indonesia menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Indonesia. Guna menunjang pembangunan daya apresiasi masyarakat terhadap seni khususnya seni pertunjukan Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Bissik telah mengadakan pentas parade. Pentas tersebut dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2017 Pukul 19.00 WIB di Gedung Serbaguna KORPRI Madiun yang di ikuti oleh 27 pemain drama dan 15 pemain musik. Penonton yang hadir tidak hanya dari kalangan mahasiswa maupun dosen namun masyarakat Kota Madiun. Dalam parade seni tersebut Teater Bissik mengambil 4 judul yaitu Pelajaran-pelajaran, Lit, Masut, dan Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan.

Sebagai pembuka pentas parade yaitu dengan judul Pelajaran-pelajaran di sutradarai oleh Ganti Kartikasari berisi tentang siswa-siswa yang diseragamkan dan dituntut untuk menuruti apa yang dikatakan oleh guru dengan begitu siswa dianggap memiliki disiplin yang baik. Namun dilain sisi guru hanya memberikan pelajaran kepada siswa hanya sekilas saja tidak di telaah lebih jauh lagi, itu dapat membunuh daya kreatif dan berpikir siswa.


Untuk judul yang ke dua adalah Lit di sutradarai oleh Dyah Aruni Prilaningsih berisi tentang sebuah tempat yang bernama Republik Jombrot, Lit seorang siswa dari kalangan rakyat miskin menentang kekuasaan semena-mena system pendidikan yang mahal dan mencekik rakyat, juga melawan hamba hukum yang justru mempermainkan hukum. Tapi, alam selalu mempunyai hukumnya sendiri. Amanat yang terkandung dalam judul tersebut adalah pendidikan adalah akar dari semua permasalahan yang ada di dalam sebuah negara entah itu menyangkut politik,hukum,sosial. Jika sistem pendidikannya baik maka semua akan mengikuti, jika pendidikannya tidak baik maka negara juga ikut tidak baik.

Judul yang ke tiga adalah Masut di sutradarai oleh Famela Anjar Uawati berisi tentang seorang pendekar bernama Masut yang diperintahkan oleh gurunya untuk mengabdikan diri di kerajaan. Namun dalam kerajaan tersebut sang ratu memiliki watak yang jahat, ratu tersebut menyuruh Masut untuk menyerang para pemberontak kerajaan. Setelah Masut menemui para pemberontak dan mengalahkannya pemberontak tersebut menjelaskan bahwa sebenarnya mereka adalah masyarakat yang mengharapkan keadilan dari sang ratu yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Amanat yang terkandung dalam judul tersebut adalah suatu kejahatan/keburukan itu pada akhirnya akan terungkap dan kebenaran akan mengalahkan kejahatan.

Untuk judul terakhir adalah yaitu Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan di sutradarai oleh Danang"Kulup" yang berisi tentang seorang warga bernama Rukmini meninggal pada malam selasa kliwon namun para pelaku pesugihan ingin mencuri mayat Rukmini oleh karena itu warga sekitar menjaga makamnya. Benar saja pada suatu malam datang seseorang yang mencoba mencuri mayat rukmini namun para anjing-anjing datang dan menyerang pencuri tersebut hingga akhirnya ia tewas. Amanat yang terkandung dalam judul tersebut adalah sekali kita serakah maka keserakahan itu akan menenggelamkan kita.

Dengan berakhirnya drama Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan maka berakhir pula pentas parade yang dilaksanakan oleh Teater Bissik. "Walaupun banyak kendala yang dihadapi namun syukur alhamdulillah tiba saatnya pentas berjalan dengan lancar tidak ada kendala suatu apapun. Semoga dengan acara tersebut teater bissik tetap jaya,tetap utuh, kekeluargaannya tetap terjaga, dan semoga program kerja selanjutnya (pentas tunggal,event) dapat berjalan dengan lancar pula". Ujar Tristya Dhea selaku pimpinan produksi.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2015-2016 Pers Mahasiswa Edukasi - Modified by Tomas Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -