Posted by: Edukasi Saturday, December 30, 2017


Bukan pentas seni dengan riuh kembang api yang tersaji di puncak RAT tahun ini, melainkan media merenung dalam nuansa religi kajian islami. “Seperti tema RAT tahun ini, keluar dari zona nyaman melangkah menuju perubahan, kami ingin RAT tahun ini menjadi sebuah kegiatan yang berkesan dan bermanfaat dimana rangkaian acaranya harus memotivasi untuk dapat melangkah menuju perubahan di tahun yang akan datang” ungkap Patan Aryadi selaku ketua panitia RAT. (Madiun, 30/12/2017).
“Kami berharap RAT yang bertepatan dengan nuansa menyambut tahun baru ini dijadikan media untuk semakin mendekatkan diri dengan sang illahi ” tambahnya lagi.
Kajian islami yang di hadiri oleh orgamawa, undangan juga mahasiswa umum ini ikut dimeriahkan oleh tim hadroh Shoutul Murabby UNIPMA. Meskipun tidak ada pentas seni seperti tahun-tahun yang lalu, adanya Shoutul Murabby sudah lebih dari cukup untuk menggetarkan hati peserta yang hadir melalui alunan musik yang indah dan suara yang merdu dari vokalisnya.
Kajian berlangsung mulai pukul 19:00 WIB hingga pukul 21:30 WIB, dengan tema “Hidup tapi Mati” sebuah tema yang menggambarkan kehampaan, kegalauan, dan kehilangan arti kehidupan. Materi disampaikan oleh Bapak Drs. Sanusi M.Pd. “Hidup adalah belajar, orang yang berdiam diri dan tidak mau belajar itu mati. Hidup jasadnya namun ada tidaknya dia di masyarakat tidak ada pengaruhnya. Pandai-pandailah memaknai kesempatan hidup ini. Jangan salah memaknai pergantian tahun yang akan datang ini. Yang spesial itu bukan pukul 24:00 namun 1/3 malam terakhir, yang super itu bukan begadang berpesta lalu tidur pagi, namun tidur lebih awal untuk sholat subuh berjamaah di pagi hari” Jelas bapak Sanusi. “Khawatirlah kalau kalian lagi semangat-semangatnya niup terompet saat pergantian tahun tiba-tiba malaikat Isrofil ikutan niup terompet juga, tamat sudah hidup kita kalau malaikat Isrofil ikutan” lanjut beliau yang serontak menggugah tawa peserta kajian.
Seseorang yang merasa hidup tapi mati disebabkan karena ia memiliki hati yang tidak terisi cinta untuk Allah SWT., maka cara menghidupkannya adalah dengan memperbanyak berdzikir mengingat sang illahi robbi, mengisi hari dengan membaca dan memahami kitab suci Al-Qur’an juga bersedekah. (Evi)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2015-2016 Pers Mahasiswa Edukasi - Modified by Tomas Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -