Posted by: Edukasi Friday, April 14, 2017


Jum’at 14 April 2017, Talk show kepemudaan yang diselenggarakan oleh UKM UKKI At-Tarbiyah UNIPMA dihadiri oleh kurang lebih 250 pemuda. Acara yang berlangsung di Graha Cendekia tersebut dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB. Walaupun jadwal molor dari jam yang telah ditentukan, namun hal tersebut tidak mengurangi antusias para peserta untuk menimba ilmu.
The power of move on, great life mode on. Begitulah judul talk show yang menarik minat para peserta yang berasal dari siswa-siswi dan masiswa-mahasiswi di perguruan tinggi wilayah Madiun, bukan hanya dari mahasiswa UNIPMA. Acara tersebut juga memiliki daya tarik lain yaitu, pemateri yang sangat dinanti-nanti oleh para peserta. Zaky Ahmad Rifai  sebagai seorang aktor, hafidz qur’an, sekaligus penulis buku “Jangan berdakwah nanti masuk surga” dan juga  Bapak  Dani Setiawan sebagai ketua Puskomnas FSLDK 2007, Advokad, dan owner “Pentol haji gundul”.
Dengan gaya penyampaian yang menyenangkan dan mudah dipahami, tema kepemudaan dalam talk show kali ini disampaikan dengan sangat baik.
“Pemuda yang baik itu adalah seorang director of change bukan agen of change” ucap pemateri yang akrab disebut mas Zaky.
Para pesertapun bertanya-tanya, “kenapa bukan agen of change? padahal kata yang sering  diucapkan oleh motivator-motivator kepemudaan adalah agen of change bukan director of change.“
Nah ternyata pemateri yang satu ini mempunyai makna tersebunyi dibalik ungkapannya tentang director of change. Directorr of change yang dimaksud mas Zaky adalah pemuda sebagai pemimpin perubahan, bukan sebagai agen yang berarti penyalur. Lebih tepatnya, sebagai pemuda jangan mau dipengaruhi oleh lingkungan tapi pengaruhi lingkunganmu. Sebuah ungkapan yang sangat kritis dan bermakna, yang membuat tepuk riuh penuh kagum dari peserta.
Tak kalah menariknya dengan pemateri pertama, materi kedua yang disampaikan oleh Bapak Dani juga menggugah jiwa-jiwa kepemudaan di kalangan remaja yang selama ini tertimbung oleh pengaruh perkembangan zaman. Banyak peserta yang antusias bertanya terkait materi yang disampaiakan oleh Bapak Dani. Seperti, “bagaimana cara menjadi remaja muslim yang sosialis, atau remaja muslim yang kuat menjaga iman namun sosialisasinya terhadap lingkungan buruk sekalipun tetap terjaga?”
“Jadikan dirimu dua kali lebih taat dan dua kali lebih kuat” jawab pak Dani dengan tegas. Jawaban dari pak Dani inipun mendapat tepuk tangan yang tak kalah riuh dari sebelumnya.
Di sesi terakhir acara talk show tersebut, pantia memberikan cendera mata sebagai ungkapan terimakasih sekaligus kenang-kengangan kepada pemateri atas kunjungan dan ilmu yang telah mereka berikan. Para peserta yang beruntungpun juga mendapat doorprise, panitia memberikan penghargaan berupa doorprise kepada peserta yang bertanya dalam acara tersebut. (Evi)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2015-2016 Pers Mahasiswa Edukasi - Modified by Tomas Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -