Posted by: Edukasi Sunday, April 02, 2017

Minggu, 02 April 2017. Kuliah Umum yang diadakan oleh orgmawa AMPIBI ( Asosiasi Mahasiswa Biologi) berjalan dengan lancar dan menarik. Acara yang diadakan di Graha Cendekia tersebut dihadiri bukan hanya oleh mahasiswa Pendidikan Biologi saaja, namun ada juga peserta kuliah umum yang berasal dari program studi lain. Dengan mengambil tema seputar pelestarian lingkungan, AMPIBI dalam kuliah umum kali ini menggandeng sebuah organisasi yang bergerak dibidang perlidaungan fauna yaitu PROFAUNA.

Bapak Rosek Nursahit, selaku pembicara dalam kuliah umum tersebut sekaligus Founder PROFAUNA INDONESIA dan Owner Petungsewu Adventure berpesan, peserta yang mayoritas adalah mahasiswa ini harus mampu menempatkan diri sebagai orang berpendidikan yang peduli dan melindungi fauna di Indonesia. Seperti kondisi yang kita ketahui bersama, saat ini fauna di Indonesia berada  diambang yang memprihatinkan dimana banyak fauna di indonesia kehilangan habitat mereka karena pengalihan fungsi hutan sebagai lahan perkebunan dan juga penangkapan fauna secara ilegal yang menyebabkan kepunahan. 

Gambar 1. Kuliah umum

Bapak Nursahit dalam kuliah umum tersebut menginformasikan bahwa pengaruh kepunahan fauna di Indonesia disebabkan oleh hal-hal seperti perusakan habitat, eksploitasi yang berlebihan, perdagangan komersial, introduksi spesies, dan pemanasan global semakin tahunnya meningkatkan angka kepunahan. 

Mayoritas orang Indonesia berpikir, bahwa dengan memperjual belikan fauna akan memberikan banyak keuntungan. Padahal, keuntungan yang lebih besar justru datang dari fauna yang dibiarkan hidup di habitatnya. Seperti contoh pemanfaatan fauna dan habitatnya sebagai media pengamatan atau penyaluran hobi fotografi dsb. Begitu juga dengan eksploitasi berlebihan, pemanfaatan hutan secara berlebibihan justru menimbulkan dampak negatif bukan hanya bagi fauna yang mendiami wilayah tersebut, namun juga membawa dampak buruk bagi manusia, manusia akan kehilangan produsen oksigen terbesar di bumi ini karena eksploitasi berlebihan tersebut.



Dalam kuliah umum tersebut dijelaskan, bahwa semua pihak harus bekerjasama untuk melindungi fauna di Indonesia. Semua pihak harus memaksimalkan perannya dalam upaya konservasi ekosistem nusantara. Baik sebagai ilmuan, sebagai manusia, maupun sebagai kelompok sosial. Harus ada tindak nyata sebagai mahasiswa untuk menjadi garda terdepan pelindung keseimbangan ekosistem nusantara. (Evi)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2015-2016 Pers Mahasiswa Edukasi - Modified by Tomas Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -