Posted by: Edukasi Friday, December 23, 2016




Hari ibu selalu diperingati setiap tahunnya , namun nyatanya tak pernah menciptakan kebosanan bagi siapapun yang merayakannya. Bagaimana tidak, satu hari di bulan desember tersebut dipakai oleh anak-anak diseluruh dunia sebagai hari mengungkapkan kasih sayangnya terhadap ibu.
Tak terkecuali IKIP PGRI Madiun, yang tampaknya tak mau kalah untuk mengungkapkan rasa hormat dan kasih sayang di hari yang istimewa tersebut. Sebuah fakultas di IPM, FPBS bahkan tak tanggung-tanggung demi memperingati hari ibu, seluruh keluarga besar FPBS kompak kenakan pakaian nusantara. Kebaya, batik, bahkan baju lurik turut menjadi bagian pokok dari pemandangan langka ini.
Pakaian nusantara dipilih dengan maksud untuk melestarikan budaya Indonesia. Namun, ada saja alasan bagi mahasiswa nakal untuk tidak ikut berperan dalam kebijakan mengenakan pakaian nusantara ini. Karena pemberitahuan yang mendadak, baju kebaya yang tertinggal di kampung halaman, atau sulit mencari pinjaman kebaya menjadi alasan yang paling banyak digunakan untuk membelot dari kebijakan tersebut.
“Hari ibu bukanlah hari ini, melainkan setiap hari adalah hari ibu, hari untuk ibu dan milik allah swt” ujar salah satu ketua HMPS Lingua saat diwawancarai. Memang benar yang dikatakannya, sosok ibu bisa menggantikan semua peran tapi tak seorangpun dapat menggantikan peran seorang ibu. Karena seburuk apapun dan sejahat apapun seorang ibu, tetap ada kasih sayang yang mendasari semua yang dilakukannya  untuk anaknya. (Evi Ristiana)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2015-2016 Pers Mahasiswa Edukasi - Modified by Tomas Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -