Posted by: Edukasi Saturday, December 24, 2016



Aleppo adalah sebuah kota kuno besar di Suriah yang menjadi salah satu kota yang namanya tercantum dalam kitap suci agama islam alqur’an. Kota Aleppo dulu tergambar sebagai kota yang makmur dengan banyak penghafal alqur’an yang mendiaminya. Namun sejak tahun 2011, kita telah menyaksikan kebrutalan rezim yang tak segan untuk menggunakan strategi kekerasan pada warga sipil Aleppo.
Hingga hari ini sudah lebih dari 10 serangan rezim bashar al assad menggempur masyarakat Suriah. Dengan dalih melawan gelombang pasukan oposisi yang menentang pemerintah, jet tempur dan helikopter serbu rezim melontarkan bom udaranya tepat di atas fasilitas publik. Ledakan paling fatal menghantam fasilitas medis Al Quds di Aleppo, sebuah rumah sakit spesialis penyakit anak-anak.
Kabar terakhir yang dikutip dari sumber Al Jazeera, Syrian Observatory for Human Rights, dalam 10 hari terakhir serangan di Aleppo sudah membunuh sedikitnya 253 warga sipil. 49 jiwa di antaranya adalah anak kecil. Mereka anak-anak Aleppo kebanyakan tewas karena percikan bom barrel rezim Assad yang menembus tubuh mungil tak bersalah. Tak sedikit pula tubuh kecil yang terjebak dalam darurat perang itu tewas karena tertimbun reruntuhan bangunan, imbas dari ledakan bom jet tempur Assad.
Musibah yang terjadi terhadap saudara muslim di Aleppo ini menggugah banyak hati, tidak terkecuali mahasiswa IKIP PGRI Madiun. Dalam kaitannya musibah di Suriah ini, UKKI at Tarbiyah membuat sebuah kegiatan bernama “Aksi Solidaritas, galang dana untuk Aleppo” (23/12/2016).
Kegiatan tersebut diikuti oleh beberapa organisasi seperti UKKI At'Tarbiyah, delegasi Ldk semadiun raya, delegasi orgamawa kampus, OMEK (Organisasi Mhasiswa Ekstra Kampus) KAMMI, PMII, IMM, HMI. Meskipun hingga berita ini di terbitkan belum ada konfirmasi terkait jumlah dana yang terkumpul, namun dana yang terkumpul tersebut rencanyanya akan di salurkan ke Suriah melalui FSLDK madiun raya.

“Kegiatan yang berlangsung sekitar 4 jam tersebut sempat di iringi hujan tipis, namun hujan tak mematahkan semangat para penggalang dana” ujar ketua panita aksi Yoga Anggara Putra saat diwawancarai. Datangnya hujan malah disyukuri karena para penggalang dana tak harus berdiri di titik-titik lokasi penggalangan dana dengan kepanasan. Aksi solidaritas tersebut juga mendapat respon positif dari masyarakat di madiun. Mereka yang belum mengerti tentang apa yang terjadi di allepo akhirnya paham setelah adanya aksi dari mahasiswa ini. 

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2015-2016 Pers Mahasiswa Edukasi - Modified by Tomas Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -