Posted by: Edukasi Tuesday, September 06, 2016

Madiun, 06 September 2016 pengenalan kehidupan kampus untuk mahasiswa baru IKIP PGRI Madiun memiliki karakter tersendiri dalam memperkenalkan kehidupan kampus yang merupakan pengalaman baru yang dialami mahasiswa baru.
Pembukaan PKKMB dimulai pada pukul 07.00 WIB yang ditandai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, jumlah peserta yang mengikuti PKKMB terdiri dari mahasiswa baru sejumlah 942 mahasiswa dan 15 mahasiswa lama, kegiatan PKKMB ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat secara cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus, khususnya pembelajaran dan kemahasiswaan adapun tujuan khusus yaitu mengenalkan arti pentingnya berbangsa, bernegara, cinta tanah air, lingkungan dan masyarakat, mengenalkan tata kelola perguruan tinggi, sistem pembelajaran dan kemahasiswaan, memberikan gambaran pentingnya pendidikan karakter khususnya nilai intregritas, kepedulian, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab dalam kehidupan di kampus dan masyarakat, mendorong mahasiswa proaktif beradaptasi membentuk team working, menjalin keakraban dan persahabatan antar mahasiswa dan masyarakat dan mengenal lebih dekat kehidupan di kampus serta yang terakhir memicu mahasiswa baru untuk memiliki rasa percaya diri yang tingi ujar Bapak Bambang Eko Hari Cahyono selaku ketua panitia.
Dr. H. Parji, M.Pd selaku rektor IKIP PGRI Madiun menyatakan selamat bergabung mahasiswa baru dikampus IKIP PGRI Madiun, mahasiswa baru memilih bergabung di IKIP PGRI madiun itu bukan pilihan yang salah, tapi pilihan yang tepat mengapa karena IKIP PGRI Madiun sudah mensejajarkan dengan PTS PTS besar bahkan PTN di seluruh Indonesia, buktinya selama  8 tahun berturut-turut mulai 2008-2016 ini IKIP PGRI Madiun terpilih sebagai perguruan tinggi unggulan kopertis wilayah tujuh Jawa Timur.
PKKMB  merupakam ajang pengenalan lingkungan kampus, tidak pernah mengadakan kegiatan-kegiatan fisik yang bersifat perploncoan jadi tidak boleh, IKIP PGRI Madiun lebih mengembangkan analisis kritis, dialog, ramah tamah, pengembangan inovasi, bakat minat itu yang ingin dikembangkan, tidak ada yang namanya perploncoan karena itu tidak boleh ujar rektor. Berbeda halnya dengan ospek yang sering disalah terapkan oleh mahasiswa senior, menurut Julkarnain Rajak dalam VIVA.co.id ospek merupakan kata yang tak asing didengar di tengah-tengah masyarakat, apalagi dikalangan mahasiswa dan mahasiswa baru. Ospek pada hakikatnya adalah upaya mahasiswa untuk mengenalkan dunia kampus kepada mahasiswa yang baru masuk, sekaligus membentuk mentalitas mahasiswa baru di salah satu kampus. Namun, pada akhirnya ini dimanfaatkan oknum mahasiswa senior  untuk menyiksa adiknya yang baru masuk sebagai wujud balas dendam dari apa yang telah dilakukan senior mereka terdahulu.
Uniknya PKKMB ini yang membedakan dengan ospek adalah kepanitiaan tidak hanya dilaksanakan oleh kalangan mahasiswa tetapi juga dilaksanakan oleh jajaran dosen dan karyawan, yang unik dalam pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru ini selain dari kepanitiaan juga materi-materi juga tidak kalah menarik pada hari ini seperti setelah pembukaan PKKMB dibuka yang ditandai oleh pemukulan gong oleh rektor IKIP PGRI Madiun kegiatan PKKMB berlanjut ke ceramah pengenalan PPLP-PT PGRI Madiun, pengenalan kegiatan akademik dan abdimas di PT, pelayanan mahasiswa, pengenalan organisasi dan kegiatan kemahasiswaan, kemudian sebagai materi atau ceramah terakhir yaitu tentang belanegara.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2015-2016 Pers Mahasiswa Edukasi - Modified by Tomas Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -