Posted by: Edukasi Friday, October 30, 2015

Wisuda merupakan acara yang menyenangkan bagi semua mahasiswa. Tentunya acara ini sangat dinanti-nantikan karena merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan kuliah yang telah ditempuh. Dalam acara ini para wisudawan dan wisudawati secara resmi merayakan keberhasilannya menempuh kuliah dengan hasil konkrit berupa titel sesuai bidang ilmunya.

Setelah berjibaku dengan bangku kuliah selama delapan semester atau kurang lebih empat tahun, akhirnya pada hari Kamis, 22 Oktober 2015 IKIP PGRI Madiun menyelenggarakan wisuda sarjana ke-50 dan pasca sarjana ke-5 gelombang satu. Acara yang diselenggarakan di Graha Cendekia IKIP PGRI Madiun ini diikuti oleh 585 peserta dari dua fakultas program sarjana dan pasca sarjana jurusan PBSI. Dari program sarjana diikuti oleh dua fakultas, yaitu FPMIPA yang terdiri atas program studi Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, dan Pendidikan Biologi serta dari FPBS yang terdiri atas program studi PBSI dan PBI. 

Dalam acara ini terdapat enam wisudawan yang memperoleh penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi dengan IPK cumlaude. Penghargaan tersebut diberikan kepada wisudawan IPK terbaik dari masing-masing program studi. Salah seorang wisudawan yang memperoleh penghargaan cumlaude dengan IPK tertinggi atas nama Hira Mariana dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,99.

Menurut Bapak Drs. H. Ibnu Mahmudi, M. M., selaku ketua panitia beserta Ibu  Indriyana Dwi Mustikarini, S. H., M. M., selaku wakil ketua panitia, acara ini berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun. Meskipun tamu undangan dari Kopertis tidak dapat hadir, namun pada hari ini dihadiri oleh Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur. Beliau juga menyampaikan bahwa jika nantinya para wisudawan sudah bekerja, namun tidak menjadi guru diharapkan untuk tetap menjunjung tinggi karakter keguruannya sehingga etika dan perilaku baik yang mencerminkan watak guru tidak dilupakan begitu saja. “Bagi wisudawan yang tidak bekerja di sektor formal, artinya tidak menjadi pendidik jangan patah semangat karena kita sudah dibekali dengan wirausaha (entrepreneurship) ya kita kembangkan dengan penuh semangat, terus dicoba dan mudah-mudahan mendapat hasil yang baik”, imbuhnya. (Linda/Anik)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2015-2016 Pers Mahasiswa Edukasi - Modified by Tomas Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -