Posted by: Edukasi Thursday, March 05, 2015


Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar menilai, derasnya arus informasi yang sejalan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi telah mempengaruhi rasa kebangsaan atau nasionalisme kalangan generasi muda.

"Meskipun belum nampak secara jelas, akan tetapi harus diakui bahwa saat ini telah mulai ada gejala dari menurunnya semangat dan rasa kebangsaan atau nasionalisme di kalangan generasi muda yang ditunjukkan dari semakin berkurangnya pemahaman generasi muda terhadap sejarah dan nilai nilai budaya bangsanya sendiri," kata Marwan di Jakarta, Senin (2/3/2015).

Marwan menambahkan, generasi muda perlu memiliki mental yang kuat, bersemangat, ulet, pantang menyerah, disiplin, inovatif, dan bekerja keras. Sifat itu sebagai modal untuk menjadikan bangsa ini memiliki daya saing tinggi, sehingga dapat sejajar dengan bangsa bangsa lain.

"Sebab, generasi muda adalah komponen bangsa yang paling strategis posisinya dalam memainkan proses transformasi karakter dan tata nilai di tengah-tengah derasnya liberalisasi informasi di era globalisasi," jelas dia.

Karena itu, seyogyanya ada upaya antisipasi untuk menyikapi kondisi tersebut. Sebab jika generasi terus hanyut dalam kebebasan informasi tanpa memikirkan revitalisasi nilai-nilai kebangsaan, kelak bangsa ini akan berpendirian lemah yang pada akhirnya mudah dikendalikan bangsa lain.

"Setidaknya, ada tiga peran penting yang dimiliki generasi muda dalam pembangunan karakter bangsa. Di antaranya sebagai pembangun kembali karakter bangsa, pemberdaya karakter, dan sebagai perekayasa karakter," tukas Marwan. (Ali)

sumber: Liputan6

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2015-2016 Pers Mahasiswa Edukasi - Modified by Tomas Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -