WORKSHOP PERSIAPAN MENGHADAPI DUNIA KERJA


IKIP PGRI MADIUN berkewajiban untuk membuat alumni siap untuk menghadapi dunia kerja nyata. Sehingga pada tanggal 27 September 2016 pada pukul 07.30 bertempat di graha cendekia IKIP PGRI MADIUN diadakan workshop persiapan menghadapi dunia kerja.
Workshop ini diisi oleh pemateri yang sangat berpengalaman sekali yaitu Bapak Imam Edi Hartono. Beliau adalah alumnus UNMER Fakultas Hukum. Kemudian pemateri yang kedua yaitu Bapak Imam, S.E beliau bekerja di PT. JIWASRAYA (persero). Dan pemateri yang ketiga yaitu Ibu Lutfiah. Beliau merupakan Dosen besar UNESA yang merupakan pengurus SM3T. Para pemateri inilah yang akan memberikan ilmunya kepada mahasiswa IKIP PGRI MADIUN yang mengikuti workshop persiapan menghadapi dunia kerja.
Sebelum acara workshop diisi oleh pemateri, dibuka oleh sambutan Bapak Rektor IKIP PGRI MADIUN. Dalam sambutannya beliau menceritakan pengalamannya selama di Korea tentang mahalnya sandang pangan di Korea dan mengapa Korea bisa menjadi salah satu Negara yang paling maju diduia. Karena menyadari sumber daya alamnya sangat rendah,mereka berupaya ‘menciptakan’ sumber daya manusia yang unggul dengan mengutamakan pendidikan. Itulah yang dikatakan Bapak Parji selaku Rektor IKIP PGRI MADIUN dalam sambutannya.
Pemateri yang pertama yaitu Bapak Imam Edi Hartono menjelaskan tentang tata cara dan tahapan-tahapan melamar pekerjaan kesebuah lembaga Institusi atau Perusahaan, seperti tata cara penulisan surat lamaran pekerjaan yang baik dan benar, hal-hal yang wajib ada dalam surat lamaran pekerjaan. Pemateri yang kedua yaitu Bapak Imam S.E menyampaikan tentang apa itu JIWASRAYA,dan bagaimana caranya mendaftar sebagai pegawai JIWASRAYA. Yang terakhir yaitu pemateri oleh Ibu Lutfiah. Beliau menjelaskan tentang apa,bagaimana dan mengapa SM3T itu dilaksanakan. SM3T adalah program pengabdian sarjana pendidikan untuk berpartisipasi dalam percapatan pembangunan pendidikan di daerah 3T selama satu tahun sebagai bentuk untuk menyiapkan tenaga pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan program profesi guru.
Dalam acara workshop ini juga terdapat testimoni alumni IKIP PGRI MADIUN yang lolos SM3T, mereka adalah Kak Fadhila dan Kak Nita yang  telah dikirim ke Sumba Timur untuk menjadi tenaga pengajar disana. Acara yang terakhir yaitu IKAPRIMA (IKATAN ALUMNI IKIP PGRI MADIUN) yang disampaikan oleh ketua IKAPRIMA yang membahas mengenai bentuk, sejarah dan kedudukan IKAPRIMA. IKAPRIMA juga memberi apresiasi yang tinggi kepada alumni yang lolos SM3T. (Rafika)

First Malam Inagurasi IKIP PGRI Madiun


Satu malam penuh makna, itulah tema yang diangkat pada malam inagurasi IKIP PGRI Madiun. Inilah malam inagurasi pertama kali sepanjang sejarah IPM (IKIP PGRI Madiun yang dilaksanakan pada tanggal 24 september 2016 di Gor Cendekia. Acara ini dikhusukan untuk mahasiswa baru IPM maupun mahasiswa IPM. Konsep dari malam inagurasi ini juga sangat mengagumkan yaitu "light in the dark". Mengapa acara malam inagurasi yang pertama ini memilih konsep light in the dark, karena malam inagurasi adalah malam kekerabatan sehingga identik dengan kegelapan maka dari itu tujuan tema ini agar lebih berkesan dan terkenang untuk temen-teman mahasiswa baru maupun mahasiswa lama.
Karena acara ini adalah acara bersama maka panitia yang berpartisipasi adalah berasal dari BEM, HMPS, dan HMF yang ada di IKIP PGRI Madiun. Tujuan pasti adanya malam inagurasi ini yaitu serangkaian dari pkkmb, jadi setelah mahasiswa baru menjalani PKKMB Universitas, Fakultas dan Prodi maka ditutup dengan adanya malam inagurasi. Tujuan khusus  dari malam inagurasi yaitu yang pertama menggali dan mengembangkan potensi yg ada di dalam diri mahasiswa baru ikip pgri Madiun, yang kedua sebagai ajang silahturahmi dan menumbuhkan rasa kebersamaan / kekerabatan antar keluarga besar IKIP PGRI Madiun.
Tidak kalah menarik lagi karena malam inagurasi ini juga mendatangkan bintang tamu "JG Reage" yang berasal dari Ponorogo untuk memeriahkan malam inagurasi. Memilih bintang tamu JG Regae dikarenakan regge identik dengan warna hijau kuning merah dan identik juga dengan kekerasan, jadi panitia memadukan konsep yang direncanakan. Hasilnya adalah malam inagurasi yang pertama ini  lancar dan pecah sekali serta tidak ada kekerasan, sehingga semua peserta bisa menikmati acara malam inagurasi dengan penuh kebahagiaan. Itulah yang dikatakan ketua panitia malam inagurasi IPM.
Dyan Kharisma selaku panitia malam inagurasi IPM mengharapkan bahwa dengan malam inagurasi ini mahasiswa baru dapat mengambil makna dari sini. Semoga malam inagurasi dapat diadakan lagi di tahun depan dengan konsep acara yang lebih baik lagi, dengan suasana yg lebih bagus lagi.

Juara III Duta Bahasa Jawa Timur 2016


Gasella Yamanda Putri Wibowo atau biasa disapa Gasella, mahasiswa semester 7 Program Studi Bahasa Inggris IKIP PGRI MADIUN ini kembali menorehkan prestasi dengan keberhasilannya meraih juara 3 dalam ajang pemilihan Duta Bahasa Jawa Timur 2016 yang diadakan oleh Dinas Bahasa yang ada di Jawa Timur pada 13 September 2016 di Balai Bahasa Sidoarjo. Keberhasilannya meraih juara 3 dalam ajang pemilihan Duta Bahasa Jawa Timur 2016 ini menambah deretan prestasi yang telah berhasil diraih oleh Gasella, sebelumnya ia juga berhasil terpilih sebagai Mbakyu Kota Madiun 2015, English Ambassador IKIP PGRI Madiun 2015, juara 3 fashion show batik Kab. Madiun 2016, dan masih banyak prestasi membanggakan lainnya.
Ajang Pemilihan Duta Bahasa Jawa Timur 2016 ini pada awalnya diikuti oleh 173 pasang peserta yang kemudian diseleksi menjadi 50 pasang peserta untuk mengikuti seleksi tahap selanjutnya di Sidoarjo. Ada banyak tahap penyeleksian yang harus dilalui. Mulai dari tahap pendaftaran dengan mengirimkan persyaratan seperti pas foto seluruh badan, cv, biodata, dsb. Kemudian dilanjutakan dengan tahap penyeleksian melalui jalur tes UKBI (Uji Kemampuan Bahasa Indonesia). Setelah itu dilanjutkan dengan tes wawancara yang meliputi budaya, bahasa, dan bahasa Inggris. Dari serangkaian seleksi tersebut diambil 10 pasang peserta yang kemudian akan mengikui tes presentasi terbuka yang mana setiap peserta akan diberi pertanyaan dan kemudian menjawabnya dengan durasi waku 3 menit dengan pilihan menjawab menggunakan bahasa Jawa atau Bahasa Inggris, sampai pada akhirnya dari 10 pasang peserta tersebut akan di  pilih 3 pasang peserta terbaik yang nanti akan menjadi juaranya.
Keberhasilan menjadi juara 3 Duta Bahasa Jawa 2016 ini tidak lepas dari kerja keras dan rasa percaya diri yang dimiliki oleh Gasella. “Pertama jangan sombong biarpun kamu merasa bahwa dirimu mampu. Kedua, harus benar-benar teliti saat harus mengerjakan sesuatu. Ketika wawancara just be your self, jangan sombong, tetap rendah hati, keluarkan kemampuan yang kamu bisa. Dan saat presentasi jangan takut salah, pd saja.” Ungkap Gasella Yamanda..
Gasella pun menambahkan harapannya agar mudah-mudahan ia bisa menciptakan prestasi-prestasi lainnya dibidang selain duta seperti sekarang ini sehingga bisa membuat bangga dirinya, orang tuanya dan kampus tercintanya IKIP PGRI Madiun. Ia juga berpesan untuk mahasiswa-mahasiswa lain “Jangan pernah takut untuk mencoba! Jangan berfikir bahwa kamu terlambat untuk mencoba! Pokoknya harus berani untuk mencoba!”. (eds)

PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU (PKKMB) IKIP PGRI MADIUN TAHUN 2016-2017

Madiun, 06 September 2016 pengenalan kehidupan kampus untuk mahasiswa baru IKIP PGRI Madiun memiliki karakter tersendiri dalam memperkenalkan kehidupan kampus yang merupakan pengalaman baru yang dialami mahasiswa baru.
Pembukaan PKKMB dimulai pada pukul 07.00 WIB yang ditandai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, jumlah peserta yang mengikuti PKKMB terdiri dari mahasiswa baru sejumlah 942 mahasiswa dan 15 mahasiswa lama, kegiatan PKKMB ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat secara cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus, khususnya pembelajaran dan kemahasiswaan adapun tujuan khusus yaitu mengenalkan arti pentingnya berbangsa, bernegara, cinta tanah air, lingkungan dan masyarakat, mengenalkan tata kelola perguruan tinggi, sistem pembelajaran dan kemahasiswaan, memberikan gambaran pentingnya pendidikan karakter khususnya nilai intregritas, kepedulian, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab dalam kehidupan di kampus dan masyarakat, mendorong mahasiswa proaktif beradaptasi membentuk team working, menjalin keakraban dan persahabatan antar mahasiswa dan masyarakat dan mengenal lebih dekat kehidupan di kampus serta yang terakhir memicu mahasiswa baru untuk memiliki rasa percaya diri yang tingi ujar Bapak Bambang Eko Hari Cahyono selaku ketua panitia.
Dr. H. Parji, M.Pd selaku rektor IKIP PGRI Madiun menyatakan selamat bergabung mahasiswa baru dikampus IKIP PGRI Madiun, mahasiswa baru memilih bergabung di IKIP PGRI madiun itu bukan pilihan yang salah, tapi pilihan yang tepat mengapa karena IKIP PGRI Madiun sudah mensejajarkan dengan PTS PTS besar bahkan PTN di seluruh Indonesia, buktinya selama  8 tahun berturut-turut mulai 2008-2016 ini IKIP PGRI Madiun terpilih sebagai perguruan tinggi unggulan kopertis wilayah tujuh Jawa Timur.
PKKMB  merupakam ajang pengenalan lingkungan kampus, tidak pernah mengadakan kegiatan-kegiatan fisik yang bersifat perploncoan jadi tidak boleh, IKIP PGRI Madiun lebih mengembangkan analisis kritis, dialog, ramah tamah, pengembangan inovasi, bakat minat itu yang ingin dikembangkan, tidak ada yang namanya perploncoan karena itu tidak boleh ujar rektor. Berbeda halnya dengan ospek yang sering disalah terapkan oleh mahasiswa senior, menurut Julkarnain Rajak dalam VIVA.co.id ospek merupakan kata yang tak asing didengar di tengah-tengah masyarakat, apalagi dikalangan mahasiswa dan mahasiswa baru. Ospek pada hakikatnya adalah upaya mahasiswa untuk mengenalkan dunia kampus kepada mahasiswa yang baru masuk, sekaligus membentuk mentalitas mahasiswa baru di salah satu kampus. Namun, pada akhirnya ini dimanfaatkan oknum mahasiswa senior  untuk menyiksa adiknya yang baru masuk sebagai wujud balas dendam dari apa yang telah dilakukan senior mereka terdahulu.
Uniknya PKKMB ini yang membedakan dengan ospek adalah kepanitiaan tidak hanya dilaksanakan oleh kalangan mahasiswa tetapi juga dilaksanakan oleh jajaran dosen dan karyawan, yang unik dalam pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru ini selain dari kepanitiaan juga materi-materi juga tidak kalah menarik pada hari ini seperti setelah pembukaan PKKMB dibuka yang ditandai oleh pemukulan gong oleh rektor IKIP PGRI Madiun kegiatan PKKMB berlanjut ke ceramah pengenalan PPLP-PT PGRI Madiun, pengenalan kegiatan akademik dan abdimas di PT, pelayanan mahasiswa, pengenalan organisasi dan kegiatan kemahasiswaan, kemudian sebagai materi atau ceramah terakhir yaitu tentang belanegara.

DIKLAT ORGAMAWA SEBAGAI AJANG PENGENALAN DIRI ANTAR ORGAMAWA IKIP PGRI MADIUN


24 sampai 25 Agustus, Badan Eksekutif Masiswa IKIP PGRI Madiun menyelenggarakan DIKLAT ORGAMAWA dengan tema “Membentuk Pemimpin Berkarakter Untuk Pendidikan Indonesia Yang Lebih Baik”.
Acara yang bertujuan untuk menambah tali silaturahmi antar organisasi mahasiswa seluruh IKIP PGRI Madiun, seperti HMF, HMPS, dan UKM. Mahasiswi yang sering dipanggil Tatak selaku ketua pelaksana pada saat sambutan mengatakan, DIKLAT orgamawa ini panitia berharap akan menambah tali silaturahmi dan memberikan ilmu yang bermanfaat.
Hasil dari DIKLAT akan ada banyak hal yang bisa dipetik, bagaimana menyelenggarakan program kerja, pelatihan MC, atau persuratan, menitipkan ilmu yang didapat dapat dipraktikkan dan belajar mengembangkan ORGAMAWA, belajar menjalankan organisasi dengan baik, membentuk karakter, pemimpin yang berkarakter memiliki banyak indikator untuk bisa dikatakan sebagai pemimpin yang berkarakter, menjadi pemimpin tidak hanya teori, tetapi dia yang ikut dalam aktifitas, ungkap bapak Arri Kurniawan selaku pembina BEM dan bapak R. Bekti Kiswardianta pada saat sambutan pembukaan DIKLAT.
Benar saja acara yang diadakan BEM ini sangatlah berguna untuk organisasi mahasiswa di kampus, pada jadwal acara tertera banyak sekali materi seperti, keorganisasian, kesekretariatan, sponsorship, korespondensi dan pelatihan MC, kepemimpinan dan training motivasi, setelah acara pembukaan peserta langsung diberi materi pertama tentang keorganisasian yang diberikan langsung oleh wakil rektor III, dalam materi pertama peserta disuguhi beberapa video hasil rekaman CCTV kampus tentang tindak kriminal pencurian helm dan sebuah laptop beserta tas, dalam hal ini bapak R. Bekti Kiswardiantara menghimbau agar mahasiswa berhati-hati jangan sampai kehilangan apalagi melakukan terkhusus untuk anggota ORGAMAWA hendaknya menjadi contoh untuk mahasiswa lain dalam bertindak jangan sampai masalah-masalah seperti itu hadir dari ORGAMAWA. Pentingnya suatu organisasi di kampus dari, semua mahasiswa pada saat awal masuk pasti ada yang berfikiran pentingkah organisasi itu, kalau itu dirasa penting karena dalam organisasi banyak mengajarkan tentang memberikan saran atau anggota organisasi dilarang diam diharapkan ikut aktif dan menanggapi segala informasi.
Banyak sekali ilmu yang diberikan dari DIKLAT ORGAMAWA ini, karena dalam setiap materi yang diberikan hampir semua materi ada simulasinya, materi-materi yang diberikan sangat diperlukan untuk menjalankan organisasi mahasiswa kedepannya seperti dalam hal materi kesekretariatan peserta diajarkan bagaimana mengelola sebuah organisasi mulai dalam administrasi organisasi sampai urusan pengajuan surat perijinan kegiatan, kemudian dalam surat menyurat ada materi korespondensi, serta materi kepemimpinan yang menjelaskan berbagai karakter seorang pemimpin dan yang tidak kalah penting yaitu materi tentang sponsorship dan pelatihan MC dimana akan berguna saat organisasi menjalankan program kerjanya. Menariknya dalam DIKLAT ORGANISASI ini peserta mendapatkan training motivasi, dimana peserta diarahkan untuk membawa organisasinya kearah yang jauh lebih baik lagi yang ditanam dalam alam bawah sadar. (Didik)

Upacara Kemerdekaan Indonesia Kerja Nyata


Kemerdekaan merupakan suatu kebebasan yang dinikmati oleh seseorang atau suatu bangsa. Seperti halnya kemerdekaan Indonesia yang ke-71, selama setengah abad lebih kita menikmati kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh pejuang bangsa Indonesia. Untuk memperingati kemerdekaan yang telah diraih maka seluruh rakyat Indonesia mengadakan upacara kemerdekaan. IKIP PGRI Madiun pun juga mengadakan upacara yang sangat khidmat yang dilaksanakan di halaman kampus 1 IKIP PGRI Madiun. Upacara yang dilangsungkan hari ini diikuti oleh seluruh dosen, HMPS dan UKM yang ada di IKIP PGRI Madiun. Para petugas upacara seperti pembaca acara, pembaca UUD hingga Paduan suara berasal dari mahasiswa IKIP PGRI Madiun sendiri.
Upacara ini di pimpin oleh Rektor IKIP PGRI Madiun yaitu Bapak Parji, M.Pd. Beliau membacakan pidato dari Menteri Riset Teknologi Indonesia yang berisikan bahwa kemerdekaan yang ke-71 ini merupakan suatu anugerah dan dengan anugerah ini maka Indonesia harus mampu untuk melakukan inovasi dan kemajuan teknologi. Adanya kerja nyata pada kemerdekaan Indonesia ke-71 diharapkan mampu menjadikan Indonesia bersaing dengan dunia dan memajukan ekonomi berbasis teknologi. Pendidikan tinggi juga akan membawa bangsa Indonesia menjadi negara yang mampu melakukan penelitian dan inovasi. Karena dengan pendidikan tinggi maka kemampuan dan kemauan semakin terasah sehingga bangsa Indonesia akan dengan mudahnya menembus persaingan dunia.
Dengan adanya tujuan bangsa Indonesia pada kemerdekaan tahun ini adalah kerja nyata maka kita sebagai mahasiswa ikut serta dalam pembangunan bangsa Indonesia menjadi lebih baik dan berinovasi. Sebagai penerus bangsa jangan menyia-nyiakan kemerdekaan yang telah diperjuangkan. Penerus bangsa adalah penerus pahlawan. Semakin berinovasi maka semakin berkibar bendera Indonesia di mata dunia. (Malisa)



- Copyright © 2015-2016 Pers Kampus Edukasi - Modified by Tomas Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -