Upacara Pembukaan POR PGSD ke-VII


Madiun, 2 desember 2016,  telah diadakan upacara pembukaan Pekan Olahraga Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang ke VII di GOR Cendikia IKIP PGRI Madiun dari pukul 13:00-14:00 WIB.

Acara POR PGSD yang ke-VII ini bertema “Sportivitas Tanpa Batas untuk PGSD Bertalenta Emas” ini diikuti oleh mahasiswa IKIP PGRI Madiun Prodi PGSD dari semester 1, 3, 5, dan ada sebagian dari semester 7. Acara POR PGSD adalah acara tahunan HIMADIGSAR (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar) yng dilakukan setiap semester ganjil. Acara POR PGSD ini akan dilaksanakan mulai tanggal 2-11 Desember 2016 yang bertempat di GOR Cendikia IKIP PGRI Madiun. Menurut sambutan yang disampaikan oleh ketua pelaksana POR PGSD ke-VII tujuan diadakannnya POR ini adalah untuk menjadi wadah mahasiswa IKIP PGRI Madiun khususnya prodi PGSD yang mempunyai kemampuan  dalam bidang olahraga, selain itu sebagai sarana untuk memperkuat tali persaudaraan mahasiswa-mahasiswa Prodi PGSD IKIP PGRI Madiun.

Munculkan Kreatifitas Dan Cinta Budaya Melalui Kontes “Batik Unik”


           Batik merupakan warisan budaya asli Indonesia yang kini sudah mulai terkenal hingga ke kancah Internasional, namun bersinarnya batik hingga luar negeri tersebut tidak diimbangi dengan pelestarian oleh kaum muda Indonesia. Masih banyak yang canggung atau risih menggunakan batik yang dianggap sebagai pakaian jadul khusus orang tua.

           Dalam rangka memperingati Dies Natalis HMFPMIPA ke 7 pada 25 November 2016, HMFPMIPA mengadakan sebuah acara yang bertujuan untuk melestarikan batik dan menumbuhkan kecintaan terhadap batik itu sendiri. Lomba Fashion Show Batik Unik, inilah acara yang selain bertujuan untuk memunculkan kecintaan terhadap batik namun juga mengajak segenap mahasiswa IKIP PGRI Madiun untuk mengembangkan kreatifitasnya di bidang seni. “Batik harus dilestarikan karena batik adalah ciri khas Indonesia”, jelas Sela Gurus Musika selaku ketua penyelenggara lomba ini.

           Di ikuti oleh 25 peserta dengan rincian 16 peserta dari lingkup FPMIPA dan 9 peserta lainnya dari luar FPMIPA, banyaknya peserta menggambarkan bahwa mahasiswa IKIP PGRI Madiun ternyata sangat antusias dengan acara ini. Meskipun dari panitia mengatakan terdapat sedikit kendala terkait penyebaran informasi lomba ini, namun acara dapat terus berjalan lancar hingga akhir. 

           Ada beberapa kriteria penilaian dalam lomba ini yang meliputi pengetahuan tentang batik yang dikenakan, cara berjalan, ekspresi wajah, dan juga kesesuian kostum dengan tema. Babak demi babak dilalui peserta dengan harap-harap cemas menanti hasil perlombaan. Hingga pada akhirnya satu nama mencuat sebagai pemenangnya. Ihfani Kartika Kanawati dari PGSD, mahasiswa semester satu yang berhasil memboyong gelar juara dalam perlombaan ini. Dengan balutan kain batik yang indah yang dikreasikan begitu unik menggunakan balon, penguasaan panggung dan juga pengetahuan yang baik mengenai batik membuatnya pantas menjadi ratu kontes tersebut.

PERS KAMPUS EDUKASI SIAP LAKSANAKAN PHBD


Pada tahun 2016 ini organisasi kemahasiswaan Pers Kampus Edukasi IKIP PGRI Madiun memenangkan Program Hibah Bina Desa (PHBD) yang dibiayai oleh Belmawa-Kemenristekdikti. Program ini berisi tentang pemberdayaan masyarakat khususnya peternak lele di desa Wakah, Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi yang mengalami permasalahan mahalnya harga pakan ikan. TIM PHBD ini diketuai oleh Yahya Ganda Yulistiana yang beranggotakan Rita Nur Jannah, Ida Rahayu, Niken Setyowati dan Malisa Rahmatul Maladina dan dibimbing oleh dosen pendamping W. Linda Yuhanna. Desa Wakah dipilih karena merupakan sentra peternakan lele di Kabupaten Ngawi yang potensial.
Program yang dikembangkan adalah pelatihan, pendampingan dan pemberdayaan peternak lele dalam membuat pakan alternatif dari ampas tahu dan probiotik. Ampas tahu yang melimpah di desa Wakah tidak dimanfaatkan secara optimal sehingga perlu inovasi dalam pemanfaatannya. Kegiatan pelatihan pembuatan pelet ampas tahu ini berjalan selama 3 bulan. Selain memberikan pelatihan, tim PHBD juga memberikan dukungan berupa mesin pencetak pelet, mesin press dan peralatan lainnya. “Pembuatan pelet probiotik dan ampas tahu ini merupakan inovasi yang dapat menekan biaya produksi peternakan lele” ungkap Yahya. Selain untuk memenuhi kebutuhan pakan di kelompok peternak “Margo Rukun”, pelet ampas tahu dan probiotik ini juga berpotensi untuk dijual dan dipasarkan. Harga pelet buatan pabrik sekitar 8-10 ribu/kg, sedangkan pelet ampas tahu dan probiotik ini bisa dijual dengan harga 5-6 ribu/kg.
Program ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak seperti Pemerintah Desa, Dinas Perikanan Kabupaten Ngawi, Koperasi dan IKIP PGRI Madiun. Adanya sinergi yang baik tentunya akan mendorong keberlanjutan program ini. Harapannya program ini dapat terus berjalan di Desa Wakah dan dikembangkan pada berbagai desa lainnya yang potensial dalam peternakan lele.

HIAS TUMPENG SALAH SATU PERLOMBAAN PORSENI HIMABIKO


       14 November 2016, halaman kampus 2 IKIP PGRI Madiun terlihat ramai saat ada penyelenggaraan lomba menghias tumpeng dalam rangka memperingati hari ulangtahun  program studi bimbingan & konseling.
       Pembukaan lomba menghias tumpeng dimulai jam  8.30 WIB kemudian dilanjut tahap pengerjaan penghiasan pada jam 8.45 WIB sampai 10.45. dan jam 11.00 WIB digunakan untuk pameran sekaligus pemungutan suara. Pada jam 11 terlihat tumpeng-tumpeng sudah selesai dihias dan mulai dipamerkan dihalaman kampus 2 depan PRODI BK.
       Lomba menghias tumpeng yang diikuti oleh tiap kelas-kelas yang ada di PRODI bimbingan & konseling yang terdiri dari 3 kelas semester 1, kemudian 2 kelas dari semester 3 dan 4 kelas dari semester 5,  bertujuan supaya mahasiswa BK makin kompak dan tidak ada perbedaan tiap-tiap kelas, dengan lomba-lomba seperti ini diharapkan terjadinya komunikasi antar kelas saat jalannya proses perlombaan, apalagi ada kelas baru di PRODI BK yang berasal dari NTT jadi melalui lomba hias tumpeng ini bisa membangun kekompakan tanpa perbedaaan ujar Revita Diana selaku penanggung jawab perlombaan hias tumpeng.
       Aura antusias diperlihatkan oleh peserta terbukti setengah jam sebelum perlombaan dimulai peserta sudah datang. Lomba hias tumbeng dengan tema “Pahlawan” ini nanti akan diambil 2 pemenang, pemenang pertama yaitu tumpeng terbaik yang dinilai oleh juri dari dosen PRODI BK, dan pemenang kedua yaitu tumpeng tervavorit yang dinilai dari hasil vooting saat tumpeng dipamerkan dihalaman kampus 2 IKIP PGRI Madiun, dimana saat dipamerkan semua civitas akademik mulai dari dosen, karyawan dan mahasiswa, berhak memilih tumpeng-tumpeng yang disukai. Pemenang perlombaan akan diumumkan pada saat puncak acara yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 November 2016.
       Alasan tema pahlawan itu diambil karena acara bertepatan dengan bulan november dimana dalam bulan tersebut ada perayaan  hari pahlawan, dan untuk memperingati hari pahlawan di tentukanlah tema Pahlawan dalam lomba  hias tumpeng ini.
       Penanggung jawab perlombaan hias tumpeng mengatakan harapan dari perlombaan ini diharapkan kedepannya mahasiswa BK antusias dengan diselenggarakan pesta rakyat BK ini.

OLIMPIADE AKUNTANSI se-JAWA TIMUR


Daya saing yang semakin tinggi menyebabkan para generasi bangsa harus ikut serta dalam berkontribusi, seperti yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Akuntansi (HIMADIKSI) IKIP PGRI MADIUN yaitu dengan mengadakan olimpiade akuntansi se-Jawa Timur tingkat SMK dan SMA. Acara ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi siswa-siswi SMK dan SMA untuk berkompetitif serta unggul dalam bidang akuntansi.
Sebanyak 100 peserta yang mengikuti Olimpiade akuntansi se-Jawa Timur ini berasal dari Karesidenan Madiun. Untuk juri yang terlibat dalam olimpiade akuntansi ini berasal dari dosen Prodi Akuntansi IKIP PGRI MADIUN yang telah berpengalaman dan juga Alumni HIMADIKSI. Olimpiade ini melibatkan ruangan 3 Prodi yang ada di IKIP PGRI MADIUN yaitu Prodi Biologi, PBSI, Pendidikan Ekonomi dan juga ruangan milik Pendidikan Akuntansi sendiri. Acara dimulai pada pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore pada 5 November 2016 di Kampus 1 IKIP PGRI MADIUN.
Pemenang dalam Olimpiade akuntansi se-Jawa Timur inipun juga akan dibedakan antara siswa SMK dan SMA. Juara 1 dari kelompok SMK diraih oleh Muhammad Azizi Yusuf dari SMKN 2 Madiun dan untuk juara 1 kelompok SMA diraih oleh Muhammad Thareq S dari SMAN 2 Magetan.
"Konsep acara olimpiade akuntansi ini nantinya antara siswa SMK dan SMA kita bedakan menjadi kelompok yang berbeda tetapi sebelum masuk ke olimpiadenya maka peserta diwajibkan mengikuti tes tulis terlebih dahulu untuk mengerjakan 80 soal yang telah disediakan. Setelah mengikuti tes tulis maka akan diambil 10 siswa SMK dan 10 siswa SMA yang didapat dari kumulatif tes tulis yang telah direncanakan." Jelas Vivi Valinska selaku sie acara dalam Olimpiade akuntansi se-Jawa Timur. Acara olimpiade akuntansi ini mengangkat konsep seperti Ranking 1 yang ditayangkan disalah satu televisi Indonesia. "Acara olimpiade ini nanti akan seperti ada Ranking 1 dan dari situlah akan diambil juara 1 sampai 3 dan juga ada juara harapan" tambah Vivi.
Olimpiade Akuntansi se-Jawa Timur tahun ini terdapat sebuah hadiah khusus bagi para juara yaitu apabila masuk IKIP PGRI MADIUN akan dibebaskan tes. "Ini ide dari Bu Dekan FPIPS bahwa bagi para juara nantinya akan bebas tes masuk IKIP PGRI MADIUN dan ini baru pertama kalinya" jelas Sendy Dwi Haryanto selaku ketua panitia. Dengan sertifikat juara yang diperoleh maka para juara dapat memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan oleh Prodi Akuntansi IKIP PGRI MADIUN.
Harapan adanya acara olimpiade Akuntansi se-Jawa Timur diharapkan dapat menambah peserta dan dapat terkenal diseluruh Jawa Timur. "Semoga kedepannya dapat bertambah lagi pesertanya dan terkenal diseluruh Jawa Timur khususnya prodi akuntansi juga memberikan apresiasi bagi siswa yang berkompeten" kata Sendy ketua panitia olimpiade akuntansi se-Jawa Timur. Dia juga mengucapkan terimakasih kepada Bank BRI cabang Madiun dan juga Toko Juwita yang telah memberikan support dalam acara Olimpiade Akuntansi se-Jawa Timur. (Mal) 

PWR (Penerimaan Warga Racana) Pangeran Timoer-Retno Djumilah 2016


UKM Pramuka Racana Pangeran Timoer-Retno Djumilah menyelenggarakan kegiatan PWR (Penerimaan Warga Racana) di halaman GOR Cendekia IKIP PGRI Madiun pada hari Jum’at (28/10). Kegiatan rutin yang diikuti oleh 373 peserta yang terdiri atas 331 mahasiswa baru PGSD dan 42 peserta reguler ini berlangsung selama 3 hari 2 malam.
Serangkaian acara mulai sesi materi yang meliputi materi sandi, PPGD (pertolongan gawat darurat), dan IMPK (kompas), penjelajahan, outbond, hingga malam inagurasi berlangsung lancar dan meriah dengan antusiasme tinggi para peserta. Acara ini semakin meriah dengan berlangsungnya pensi pada malam inagurasi (29/10) yang dimeriahkan oleh penampilan-penampilan kreatif para peserta. Pada malam inagurasi tersebut turut hadir pula delegasi seluruh ORGAMAWA di IKIP PFRI Madiun dan para alumni pramuka.
Berdasarkan keterangan dari Siti Aisah selaku ketua panitia, kegiatan PWR ini merupakan tahap awal sebagai prasyarat untuk mengikuti KMD nantinya. Oleh sebab itu, bagi yang hendak mengikuti KMD harus mengikuti PWR terlebih dahulu. Iis juga menyampaikan bahwa acara belum terhenti sampai pada malam inagurasi saja karena esoknya (Minggu, 29/10) masih ada acara prosesi adat dimana acara ini merupakan agenda yang sangat wajib diikuti. “Prosesi adat menentukan lolos tidaknya peserta. Bagi yang tidak mengikuti, maka ia tidak lolos PWR ini sehingga tidak bisa mengikuti KMD”, tegas Iis.
Sukses Penerimaan Warga Racana Pangeran Timoer Retno Djumilah 2016. Salam Pramuka!!! (LNd/arisma)

Api Unggun Penerimaan Warga Racana


      Sabtu malam IKIP PGRI Madiun khususnya program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar atau PGSD sedang melakukan kegiatan yang tidak kalah menarik dan berkesan. Lebih tepatnya kegiatan ini dilaksanakan oleh Pramuka. Acara ini bertempat di Gor Cendekia.
        Kegiatan PWR (Penerimaan Warga Racana) ini dimulai pada hari Jum'at dan pada hari  Sabtu 29 Oktober 2016 dilakukan kegiatan api unggun yang dihadiri oleh seluruh peserta PWR, undangan dari Himpunan Mahasiswa, Dosen. Acara api unggun sangat dinantikan para peserta, terlihat saat menyalakan api mereka sangat antusias dan semangat sekali.
         Acara ini juga dimeriahkan oleh pensi-pensi yang berasal dari masing-masing kelas dari peserta PWR. Pensi yang ditampilkan pun sesuai dengan bakat dari individu seperti bernyanyi jawa atau nyinden. Bakat seperti itulah yang membuat kagum para undangan maupun peserta PWR. Pentas seni ini dilaksanakan untuk menunggu api unggun redup dan dimaksudkan untuk melepas lelah setelah kegiatan selama sehari penuh.
       Adanya api unggun ini semoga dapat menambah rasa kekompakan antar anggota PWR dan dapat menghilangkan rasa lelah oleh para peserta. (Malis)

- Copyright © 2015-2016 Pers Kampus Edukasi - Modified by Tomas Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -